Hallo
netters, jumpa lagi dengan saya Punto Waskito. Pada kesempatan kali ini saya
akan membahas “Perkembangan dan Evolusi G Series”. Pertama – tama tentunya
netters sudah tidak asing lagi dengan huruf “G” dan simbol jaringan yang sering
muncul di layar smartphone. Simbol tersebut adalah perbandingan jaringan yang
sekarang sedang digunakan oleh handphone netters. Sebenarnya ada bermacam -
macam jenis jaringan. Namun, telepon seluler yang baik biasanya sudah
menggunakan huruf “G”. Arti “G” pada setiap Teknologi pada 1G, 2G, 3G, 3.5G, 4G
Dan 5G adalah Generasi. Disini saya hanya akan membahas tentang "Perkembangan
dan Evolusi G Series (1G to 2G)".
A.
Teknologi Generasi Pertama (1G)
Generasi pertama atau 1G merupakan
teknologi handphone pertama yang diperkenalkan pada era 80-an dan masih
menggunakan sistem analog. Generasi pertama ini menggunakan teknik komunikasi
yang disebut Frequency Division Multiple Access (FDMA). Teknik ini memungkinkan
untuk membagi-bagi alokasi frekuensi pada suatu cell untuk digunakan pada
masing-masing pelanggan dalam cell tersebut, sehingga setiap pelanggan saat
melakukan pembicaraan memiliki frekuensi sendiri.
G yaitu generasi pertama awal dari teknologi jaringan, yang merupakan sinyal radio yang di terjemahkan dalam bentuk analog. Fungsi dari 1G yaitu bisa mengirim pesan teks dan suara . namun jaringan yang di sediakan oleh 1G terbatas.
Macam-
macam teknologi 1G :
a. AMPS
(Advanced Mobile Phone Service) atau IS-136 di Amerika Serikat.
Teknologi dikembangkan sekitar
tahun 1970-an, pertama kali diperkenalkan di New Jersey dan Chicago pada tahun
1978 dan dikomesialkan di Amerika Serikat tahun 1983 dan berakhir pada tahun
2000, AMPS menggunakan frekuensi 800 MHz "Cellular" FM band AMPS cara
kerjanya hampir sama dengan IMTS (0G).
b. NMT
( Nordic Mobile Telephony) di Negara-negara Skandavia (Denmark,
Finlandia, Norwegia dan Swedia), Swish, Belanda, Eropa Timur (Hungaria,
Polandia, Bulgaria, Republik Ceko, Slovakia, Slovenia, Serbia, Kroasia,
Bosnia, negara-negara Baltik), Rusia sebagian Timur Tengah (Oman) dan
sebagian Asia.
Teknologi ini berkembang sekitar
tahun 1980-an. Kemudian NMT 450 dikembangkan oleh Ericsson dan Nokia tahun 1981
yang beroperasi pada frekuensi 450 MHz dengan menggunakan FDD (Frequency
division duplex) FDMA. Ada juga NMT-F versi Prancis dari NMT900 diperkenalkan
tahun 1986 yang beroperasi pada 900 MHz.
c. HICAP, di
Jepang.
HICAP dikembangkan oleh NTT (Nippon
Telegraph and Telephone) bulan Desember 1988, dengan
frekuensicarrier 25KHz dan menggunakan FDMA sebagai jaringan dari NTT
mobile solution.
d. TACS (Total
Access Communications System) di Inggris, Italia, Spanyol,
Austria, Irlandia, Jepang dan beberapa negara Eropa.
Teknologi yang dikembangkan
Motorola yang hampir sama dengan AMPS diperkenalkan tahun 1985. Merupakan
standar analog yang dominan dipakai di Eropa yang beroperasi pada frekuensi 900
MHz. Di Jepang TACS dikenal dengan nama Japanese Total Access
Communication (JTAC). TACS akhirnya tergantikan oleh teknologi GSM, tetapi
khusus di Inggris TACS tergantikan dulu oleh ETACS tahun 1987 (sama dengan TACS
hanya ETACS memakai saluran yang lebih banyak daripada TACS) sebelum benarbenar
tergantikan oleh GSM.
e. C-450 di
Jerman Barat, Portugal dan Afrika Selatan.
Muncul tahun 1980-an dan berakhir tahun 1988 , awalnya digunakan oleh Jerman Barat, Portugal dan Afrika Selatan dengan menggunakan frekuensi 450 MHz.
f.
C-Netz di Austria dan Jerman.
Menggunakan teknologi yang sama
dengan C 450 dan merupakan penganti teknologi BNetz,diperkenalkan tahun 1981
dan berakhir tahun 1988, di Austria dan Jerman.yang dikenal sebagai Motorphone
System 512 yang dioperasikan oleh Vodacom SA.g.
g. Mobitex di
Eropa (Swedia) dan Amerika Utara.
Dikembangkan oleh Ericsson,
berdasarkan standar dari OSI. Di Amerika Utara,Mobitex beroperasi pada 900 MHz,
sedangkan di Eropa pada 400-450 MHz. Mobitex dipergunakan oleh militer, Polisi,
Pemadam kebakaran dan Jasa Ambulan karena keamanan dan ketahanan jaringannya
dibandingan teknologi selular yang lain.
h. DataTAC di
Amerika Serikat (oleh ARDIS) dan Australia (oleh Telecom)
Teknologi ini dikembangan oleh
Motorola untuk melayani komunikasi data. Beroperasi di frekuensi 800 MHz,
dengan kecepatan data sampai 19.2 kbit/s.
i.
CDPD (Cellular Digital Packet Data) di Amerika
Serikat.
Teknologi diperkenalkan pada tahun 1992 di Amerika Serikat. CDPD memberi kemampuan kepada D-AMPS/AMPS untuk komunikasi suara maupun data menggunakan kanal jaringan sampai kecepatan 19,2 Kbit/s, beroperasi pada frekuensi 800 MHz dan 900 MHz. Mirip dengan GPRS, sebagai data paket pada jaringan, CDPD dapat menjalankan aplikasi Internet Protocol (IP) dan dapat bertindak sebagai ekstensi internet di mana pengguna dapat merasa online terus menerus. Walaupun demikian, pada awal diperkenalkannya, belum ada aplikasi mobile internet yang dapat menggunakan teknologi CDPD. Baru pada Mei 2000 AT&T memperkenalkan layanan PocketNet yang merupakan aplikasi mobile internet HDML (mirip WAP) yang menggunakan CDPD.
·
Kelebihan teknologi 1 G :
Kelebihan teknologi 1 G ini hanya
dapat bisa melayani komunikasi suara saja, tidak dapat melayani komunikasi data
dalam kecepatan tinggi dan besar.
·
Kelemahan teknologi 1 G :
Penggunaan teknologi analog pada
generasi pertama menyebabkan banyak keterbatasan yang dimiliki seperti
kapasitas trafik yang kecil, jumlah pelanggan yang dapat ditampung dalam satu
sel sedikit, dan penggunaan spektrum frekuensi yang boros karena satu pengguna
menggunakan satu buah kanal frekuensi. Derau intemodulasi (suara tidak jernih).
B.
Teknologi
Generasi Kedua (2G)
Teknologi generasi kedua muncul karena tuntutan pasar dan kebutuhan akan kualitas yang semakin baik. Generasi 2G sudah menggunakan teknologi digital. Generasi ini menggunakan mekanisme Time Division Multiple Access (TDMA) dan Code Division Multiple Access (CDMA) dalam teknik komunikasinya.
1. Berbasis TDMA, yaitu :
a. Digital AMPS atau IS-54 atau IS-136
(D-AMPS) di Amerika Serikat dan Kanada.
Merupakan pengembangan dari teknologi
AMPS.Disebut juga TDMA – Time Division Multiple Access. Beropersi pada
frekuensi 800 MHz (824-849 and 869- 894 MHz) berdasarkan standar IS-54 dan 1900
MHZ (standar IS-136 untuk mendukung dual band 800 MHz dan 1900 MHz). D-AMPS
merupakan telepon selular yang sudah digital, tetapi jaringannya masih mendukung
jaringan analog AMPS.
b. GSM (Global System for Mobile
Communications) di Eropa dan Asia.
Awal dari GSM diawali dengan diadakannya
konferensi pos dan telegraf di Eropa pada tahun 1982. Konferensi ini membentuk
suatu study group yang bernama Groupe Special Mobile (GSM) untuk mempelajari
dan mengembangkan sistem komunikasi publik di Eropa. Pada tahun 1989, tugas ini
diserahkan kepada European Telecommunication Standards Institute (ETSI) dan GSM
fase I diluncurkan pada pertengahan 1991. Alasan munculnya GSM karena kebutuhan
bersama terhadap satu sistem jaringan baru yang dapat menjadi standar jaringan
yang berlaku dan dapat diterapkan di seluruh kawasan Eropa. Dalam sistem baru
juga harus terdapat kemampuan yang dapat mengantisipasi mobilitas pengguna
serta kemampuan melayani lebih banyak pengguna untuk menampung penambahan
jumlah subscriber baru. Jaringan GSM merupakan jaringan yang paling banyak
digunakan di dunia, pada tahun 1993, sudah ada 36 jaringan GSM di 22 negara,
termasuk Indonesia dan akhir tahun 1993 berkembang menjadi 48 negara dengan 70
operator dan pelanggan berjumlah 1 milyar. Kini GSM di gunakan di 212 negara
dengan jumlah pelanggan mencapai 2 Milyar di seluruh dunia.
Frekuensi yang digunakan oleh jaringan GSM (berdasarkan ETS 05.05) :
GSM juga
mendukung komunikasi data berkecepatan 14,4 kbps (hanya cukup untuk melayani
SMS, download gambar, atau ringtone MIDI saja).
c. PDC (Personal Digital Celluler) yang
dioperasikan di wilayah Jepang.
Diluncurkan pertama kali Maret 1993 merupakan
jaringan telekomunikasi berdasarkan TDMA yang di kembangkan oleh Jepang dan
berlaku hanya di Jepang saja, dasar teknologinya sama dengan GSM, dan
dioperasikan oleh NTT DoCoMo pada frekuensi 800 MHz (downlink 810-888 MHz,
uplink 893-958 MHz), dan 1500 MHz (downlink 1477-1501 MHz, uplink 1429-1453
MHz).
d. PHS (Personal Handy System) atau PAS
(Personal Access System) di China, Jepang, Taiwan dan beberapa negara Asia.
PHS di Jepang diopersikan oleh J-Phone,
mempunyai range frekuensi antara 1895-1918 MHz. Mempunyai kemampuan two-way
calling, roaming, high speed data services, suara yang jernih dan handover.
e. CSD (Circuit Switched Data) di Amerika
Serikat.
CSD menggunakan single radio time slot untuk
mentrasmisikan data pada kecepatan 9.6 kbit/s pada jaringan GSM Network dan
Switching Subsystem dan dapat dikoneksikan dengan modem ke jaringan telepon
biasa (PSTN) komunikasi biasa dan dial up service.
f.
High
Speed Circuit Switched Data (HSCSD).
Teknologi ini memiliki mekanisme transfer data
circuit-switched yang mirip dengan GSM, namun memiliki kelebihan dalam
kemampuan untuk menggunakan lebih dari satu timeslot dari 8 timeslot pada paket
data GSM untuk satu kali koneksi (GSM hanya dapat menggunakan satu timeslot
untuk satu koneksi). Kemampuan ini menjadikan HSCSD dapat mencapai kecepatan
transfer data hingga 57,6 kbps (HSCSD merupakan teknologi penunjang pada
jaringan GSM untuk data, tetapi tidak komersilkan karena boros timeslot dan
tergantikan oleh GPRS yang lebih baik).
g. iDEN (Integrated Digital Enhanced
Network) di Amerika Serikat, Kanada, Argentina, Brazil, Chile,China, Kolombia,
El Salvador, Ekuador, Guam, Israel, Japan, Jordan, Korea Selatan, Mexiko, Peru,
Philippina, Puerto Rico, Saudi Arabia, Singapura.
Teknologi komunikasi mobile berbasis TDMA ini
dikembangkan oleh Motorola dengan jumlah jaringan di 20 negara beropersi di
saluran 25 kHz, di manfaat untuk radio truk dan sellular telephone.
2. Berbasis CDMA, yaitu :
a. CDMAone atau Interim Standard 95
(IS-95) atau IS-95 CDMA atau TIAEIA-95 di USA, Korea Selatan, Kanada, Mexiko,
India, Israel, Australia, Sri Lanka, Venezuela, Brazil dan China.
Merupakan sistem digital yang berbasis teknologi CDMA (Code Division Multiple Access), beroperasi pada dua kelas gelombang (Band Class 1, 1900 MHz) dan (Band Class 0, 800 MHz). Diperkenalkan oleh Qualcomm pada pertengahan 1990-an dan di dukung oleh AT&T, Motorola, Lucent, ALPS, GSIC, Prime Co, Samsung, Sony, US West, Sprint, Bell Atlantic, Time Warner.
·
Kelebihan teknologi 2G :
Generasi kedua selain digunakan untuk komunikasi suara, juga bisa untuk SMS, voice mail, call waiting, dan transfer data dengan kecepatan maksimal 9.600 bps. Kecepatan sebesar itu cukup untuk mengirim SMS, download gambar, atau ringtone MIDI. Kelebihan 2G dibanding 1G selain layanan yang lebih baik, dari segi kapasitas juga lebih besar. Suara yang dihasilkan menjadi lebih jernih, karena berbasis digital, maka sebelum dikirim sinyal suara analog diubah menjadi sinyal digital yang mana memungkinkan untuk memperbaiki kerusakan sinyal suara akibat gangguan noise atau interferensi frekuensi lain. Tenaga yang diperlukan untuk sinyal sedikit sehingga dapat menghemat baterai , sehingga handset dapat dipakai lebih lama dan ukuran baterai bisa lebih kecil.
·
Kelemahan
teknologi 2G:
Kecepatan transfer data masih rendah. Tidak
efisien untuk trafik rendah. Jangkauan jaringan juga masih
terbatas dan sangat tergantung oleh adanya BTS (cell Tower).
C. Teknologi Generasi Dua Setengah (2.5G)
Teknologi 2.5G merupakan peningkatan dari teknologi 2G terutama dalam platform dasar GSM telah mengalami penyempurnaan, khususnya untuk aplikasi data. Untuk yang berbasis GSM teknologi 2.5G di implementasikan dalam GPRS (General Packet Radio Services) dan WiDEN, sedangkan yang berbasis CDMA diimplementasikan dalam CDMA2000 1x.
1.
GPRS
(General Packet Radio Services).
GPRS merupakan teknologi overlay yang
disisipkan di atas jaringan GSM untuk menangani komunikasi data pada jaringan.
Dengan kata lain dengan menggunakan handset GPRS, komunikasi data tetap
berlangsung di atas jaringan GSM dengan GSM masih menangani komunikasi suara
dan transfer data ditangani oleh GPRS. Pengembangan teknologi GPRS di atas GSM
dapat dilakukan secara efektif tanpa menghilangkan infrastruktur lama, yaitu
dengan penambahan beberapa hardware dan upgrade software baru pada
terminal/station dan server GSM. Kecepatan transfer data GPRS dapat mencapai
hingga 160 kbps. Teknologi GPRS memiliki 3 fitur keunggulan, yaitu:
a. Always Online. GPRS menghilangkan
mekanisme dial kepada pengguna pada saat ingin mengakses data, sehingga
dikatakan GPRS selalu online karena transfer data dikirim berupa paket dan
tidak bergantung pada waktu koneksi.
b. An Upgrade to existing networks (GSM
dan TDMA). Adopsi sistem GPRS tidak perlu menghilangkan sistem lama karena GPRS
dijalankan di atas infrastruktur yang telah ada.
c. An Integral part of EDGE and WCDMA. GPRS merupakan inti dari mekanisme pengiriman paket data untuk teknologi 3G selanjutnya.
GPRS dibagi
menjadi 3 kelas berdasarkan kemampuannya, yaitu :
1.
Kelas
A
Dapat dihubungkan ke jaringan GPRS dan GSM
(suara, SMS) pada waktu besamaan penggunannya, perangkat yang mendukung kelas A
masih tersedia sampai saat ini.
2.
Kelas
B
Dapat dihubungkan ke jaringan GPRS dan GSM
(suara, SMS) tetapi hanya satu yang dapat digunakan pada waktu yang sama.
Ketika layanan GSM (telepon atau SMS) digunakan, maka GPRS harus menunggu dan
akan otomatis aktif kembali setelah layanan GSM (telepon atau SMS) diakhiri.
Kebanyakan perangkat GPRS termasuk dalam kelas B.
3.
Kelas
C
Untuk menghubungkan layanan GPRS atau GSM
(suara,SMS), harus dilakukan pengantian layanan secara manual antara kedua
layanan (hampir sama seperti kelas B hanya pergantian jaringan yang aktif tidak
otomatis).
Manfaat dari
teknologi GPRS :
·
Client-Server
Services yang memungkinkan pengaksesan data yang tersimpan dalam suatu
basisdata. Contoh penerapan aplikasi ini adalah pengaksesan WEB melalui
browser.
·
Messaging
Services yang ditujukan untuk komunikasi antar individu pengguna dengan
memanfaatkan storage server untuk penanganan pesan sebagai tempat penyimpanan
pesan sementara / intermediate sebelum diterima oleh pengguna. Conoth hasil
layanannya yaitu aplikasi Multimedia Message Service(MMS) yang digunakan untuk
pengiriman data pesan multimedia melalui jaringan GSM dengan menggunakan
telepon seluler.
·
Real-time
conversational Services yang memberikan layanan komunikasi dua arah kepada
pengguna secara real-time. Beberapa contoh penerapannya adalah pada aplikasi
internet dan multimedia semisal Voice over IP (VOIP) dan video conferencing.
· Tele-action services.
2.
WiDEN
(Wideband Integrated Dispatch Enhanced Network)
WiDEN merupakan pengembangan dari iDEN (2G)
dari sisi software yang dikembangkan oleh Motorola dan diperkenalkan pada tahun
1993. WiDEN mampu mentransfer data sampai kecepatan 100 Kbps dan telah
digunakan di 20 negara.
3.
CDMA2000
1x Release 0/RTT (1 times Radio Transmission Technology) atau IS-2000
(berdasarkan standar dari ITU) atau CDMA2000 (berdasarkan standar dari 3GPP2
(3rd Generation Partnership Project) ).
Merupakan teknologi pengembangan dari CDMAone dengan penambahan kemampuan pada layanannya dan beroperasi di frekuensi 400 MHz, 800 MHz, 900 MHz, 1700 MHz, 1800 MHz, 1900 MHz, dan 2100 MHz (khusus di Indonesia beroperasi pada 800 Mhz dan 1900 Mhz).
Jika ditarik kesimpulan, perkembangan dari 1G hingga 2.5G yang paling
menonjol adalah dari segi kecepatan dalam pengiriman data. Semakin ke sini,
semakin cepat proses kita dalam bertukar informasi ke seluruh dunia.
Sumber :
- Sejarah Perkembangan Jaringan 1G Sampai 5G, Ternyata Ada 0G | Hinet Internet Cepat 4G LTE
- PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 1G, 2G, 2.5G, 3G, 3.5G, 4G dan 5G | TAM (tamorawijaya.blogspot.com)
- sejarah perkembangan jaringan 1G, 2G, 3G & 4G yang belum kamu ketahui | Mutual Tech (falahnurilham.blogspot.com)
- PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 1G, 2G, 3G, 3.5G, 4G DAN 5G – School of Information Systems (binus.ac.id)
Comments
Post a Comment